Tampilkan postingan dengan label Perkuliahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perkuliahan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juli 2013

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

bagi sobat yang pengen RPP Ekonomi kelas XI IPS Semester 2 tentang pasar modal langsung ja sedot di samping ini Download

Kamis, 10 Mei 2012

SBY: Ini 3 Cara Agar Ekonomi RI Tumbuh Pesat

Presiden SBY. (Foto: Koran SI)
Presiden SBY. (Foto: Koran SI)
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut ada tiga hal yang harus dilakukan Indonesia agar ekonominya tumbuh pesat. Hal ini seperti yang disampaikan delegasi Inggris kepada dirinya.

"Saya baru membaca komentar dan pandangan dari pimpinan businnes center yang waktu itu mendampingi PM Inggris. Dia katakan Indonesia adalah tempat yang baik untuk investasi. Tiga hal, kalau Indonesia bisa tingkatkan yang tiga hal ini maka Indonesia bisa lebih pesat," jelas SBY saat memimpin rapat kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (10/5/2012).

Pertama, legal and regulation certainty. "Ayo kita yang biasa melakukan regulasi peraturan, jangan berubah, dan tiba-tiba berubah ini yang membuat bingung, hukum dan predictable," jelas dia.

Kedua, yang dikoreksi oleh delegasi Inggris adalah doing bussines harus diperbaiki. "Mereka ingin kemudahan lebih baik lagi, jangan dipersulit sana dan sini," jelas dia.

Ketiga, infrastruktur lebih maju. "Tiga ini mungkin sudah didengar beberapa tahun lalu, dan ini dianggap oleh orang yang punya kemampuan besar dan ini bisa ditingkatkan lagi. Kalau ini investasi bergerak, maka pembelanjaan pemerintah bisa kita jaga, dan daya beli masyarakat kita," jelas dia.

Dia juga mengatakan, pemerintah seharusnya menjalankan program kemiskinan yang sudah direncanakan.

"Sekarang era politik menjelang pemilu, statement dari politisi-politisi termasuk kandidat presiden, mereka ungkapkan tentang pengurangan kemiskinan yang kritis. Kita sudah punya kebijakan itu, mari kita jalankan sebaik-baiknya. Ini yang sudah betul-betul yang sudah kita miliki harus kita jalankan," beber dia.
Sumber : http://economy.okezone.com/read/2012/05/10/20/627403/sby-ini-3-cara-agar-ekonomi-ri-tumbuh-pesat

Analisa Persaingan

Ilustrasi. Foto: Corbis
Persaingan dalam dagang tidak pernah bisa dan tidak perlu dihindari. Menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk dapat membendung dan memenangkan persaingan. Ibarat pepatah, "Ada gula ada semut", begitulah keadaannya.

Semakin bisnis booming, semakin menarik perhatian para investor dan spekulan. Mereka ramai-ramai nimbrung dan karenanya tidak heran persaingan menjadi sangat ketat dan dalam keadaan begitu ketat, orang mata gelap, melakukan all out agar tetap eksis.

Sudah dapat diduga bahwa pada akhirnya satu per satu gulung tikar karena dalam bersaing, yang lazim dilakukan dan paling mudah adalah memakai harga, dengan mengecilkan bahkan meniadakan keuntungan, sementara harga pokok dan biaya operasi semakin meningkat.

Hanya perusahaan yang sudah memiliki sejarah panjang dan mempunyai sumber daya termasuk keuangan yang cukup besar dan kuat dapat bertahan dalam sebuah permainan panjang. Dalam persaingan, yang lazim dilakukan adalah bagaimana bertahan terhadap gempuran pesaing dan bagaimana menggempur balik untuk merebut yang terhilang bahkan memperoleh yang baru.

Yang lebih maju dalam pemikiran berpendapat, cara bertahan yang terbaik adalah dengan terlebih dahulu melakukan serangan sebelum diserang. Tentunya sah-sah saja sepanjang dilakukan dengan elegan. Bagaimana dan apa saja yang perlu kita perhatikan dalam melakukan persaingan yang lebih smart dan beretika? Dari beberapa sumber saya mencoba mengumpulkannya untuk Anda.

1. Tempatkan diri Anda sebagai pengguna, konsumen atau pelanggan.

Mengapa Anda mau membeli produk dari perusahaan Anda? Belilah juga produk pesaing yang menjadi alternatif atau mungkin sudah menjadi pilihan pertama dan utama pengguna atau konsumen. Dengan menempatkan diri Anda sebagai pengguna atau pelanggan, secara objektif Anda dapat menemukan apa yang dapat Anda lakukan untuk memperbaiki produk Anda, jika memang itu harus dilakukan.

2. Berbicaralah dengan pengguna, konsumen, dan pelanggan.

Baik itu pemakai produk perusahaan Anda maupun produk pesaing. Dari mereka Anda belajar banyak, apa yang sesungguhnya diharapkan atas produk yang kita pasarkan. Terlalu banyak perusahaan atau orang-orang dalam perusahaan yang berpikir one sided bahwa produknyalah yang terbaik.

3. Hadirlah dalam forum-forum umum. Forum umum berupa seminar, konferensi, trade show, atau pameran.

Di situ Anda akan melihat dalam waktu bersamaan produk apa dan siapa saja yang menjadi pesaing Anda, baik langsung maupun tidak langsung, dan keunggulan apa yang ditawarkan mereka. Jika Anda yang paling bertanggung jawab atas pemasaran, maka Anda sendiri harus terjun, jangan sekali-kali mendelegasikan kepada bawahan untuk sesuatu information gathering yang akan menjadi dasar pengambilan keputusan.

4. Perhatikan iklan dan promosi pesaing.

Aktivitas above the line dan below the line dari para pesaing bercerita tentang kehebatan mereka, mungkin saja mereka begitu ketat dan kuat dengan pesan yang dibawakan dan tidak memberikan peluang kepada kita. Akan tetapi, biasanya selalu ada saja lubang sekalipun kecil (niche) yang bisa kita masuki dan tidak disadari oleh pesaing. Ambillah keputusan untuk masuk di lingkaran baru di mana peluang Anda lebih besar.

5. Belilah saham perusahaan pesaing jika itu perusahaan publik.

Perusahaan publik mengeluarkan laporan tahunan bagi pemegang saham, di situ cukup banyak informasi baik tentang who is who, siapa-siapa saja pemegang kunci di perusahaan dan tentang produk serta rencana umum ke depan.

6. Manfaatkan internet. Anda dapat memperoleh informasi apa saja yang Anda butuhkan dengan melakukan browsing memakai search engine atau browser yang begitu banyak dapat menampilkan informasi. Pakailah lebih dari satu browser, untuk saling melengkapi dan sebagai cross check validitas sebuah informasi.

7. Buatlah mapping (peta) persaingan atau competitive landscape yang lebih rinci dengan membaca tren baik industri atau pasar di mana kita bersaing. Anda dapat memperkirakan ke mana arah pesaing menuju dan ke mana Anda sebaiknya menuju. Ada pepatah mengatakan, siapa cepat dia dapat. Jangan menjadi pengikut akan tetapi jadilah trendsetter.

8. Lakukan brainstroming. Pemikiran banyak kepala jauh lebih baik jika terarah dan konstruktif.

Menghadapi persaingan memerlukan banyak ide dan pemikiran yang tidak dapat dilakukan oleh satu dua orang saja. Ajak serta mereka yang terkait dan bahkan termasuk calon pengguna produk (a.l. focus group). Kerahasiaan harus tetap dijaga, oleh karena itu, tetap perlu disimpan hal-hal yang bersifat keputusan yang krusial, hanya top manajemen yang boleh mengetahuinya.

Tetaplah dalam pemikiran untuk memenangkan persaingan melalui keunggulan yang menonjol di mata konsumen atau pengguna dan jangan sekalikali berpikiran kejam untuk membunuh dan menghabisi pesaing karena itu akan mendorong Anda untuk ngawur melakukan segala cara dan pada akhirnya menjadi bumerang bagi perusahaan Anda. Maju terus dan menangkan persaingan dengan elegan. Sukses!

Rabu, 09 Mei 2012


SISTEM MONETER INTERNASIONAL
Apabila kita berbicara mengenai masalah moneter maka masalah utama yang kita bahas adalah mengenai uang, yaitu mata uang siapa yang nilainya paling tinggi, kenapa demikian, dan seberapa lama nilainya relatif terhadap mata uang lain dan kekayaan cadangan untuk menjamin nilai mata uang tersebut. Sehingga dalam dunia internasional dikenal istilah hard currency, yang biasanya dimiliki oleh negara-negara maju dimana kecenderungan mata uang ini adalah apresiasi, dan soft currency, biasanya dimiliki oleh negara-negara berkembang atau miskin dimana kecenderungan mata uang ini adalah depresiasi.
Istilah-istilah itu muncul terkait dengan persaingan bisnis internasional yang mereka lakukan sehingga memunculkan sebuah ketimpangan antara ekonomi maju dan berkembang. Semenjak dimulainya sistem standar emas hingga abad ke 20, sistem moneter internasional telah mengalami pasang surut. Perubahan dari satu sistem ke sistem yang lain diakibatkan oleh gejolak ekonomi dan politik serta perang dunia pada saat itu. Perkembangan tersebut tentunya sangat berpengaruh terhadap “revolusi” bisnis internasional sampai sekarang.
Seiring dengan perkembangan perdagangan dan investasi internasional antar negara yang semakin global dan terhubungkan satu sama lain maka mekanisme dalam pengaturan nilai kurs mata uang suatu negara terhadap negara lain sebagai nilai kurs yang diterima sangatlah diperlukan. Hal ini tak lepas dari kenyataan bahwa setiap negara di dunia memiliki mata uang sendiri dimana nilai dan daya-gunanya berbeda dengan mata uang negara lain. Tentunya, selain nilai kurs yang beda, setiap negara memiliki kebijakan yang beragam mengenai moneter mereka masing-masing sehingga berdampak pada spekulasi bisnis dan investasi suatu negara ke negara tersebut. Oleh karena itu, sistem moneter internasional menciptakan aturan dan mekanisme terstandardisasi yang dipakai suatu negara untuk menilai dan menukarkan mata uangnya. Ini akan mempermudah dan memfasilitasi pertukaran nilai mata uang baik digunakan sebagai alat pembayaran sah dalam bisnis internasional atau pembayaran hutang luar negeri suatu negara maupun komoditas perdagangan dalam bentuk investasi keuangan seperti di bursa efek. Tentunya hal tersebut sangat bergantung pada kondusifnya fungsi moneter internasional itu sendiri.
Dari perjalanan sejarah perdagangan dan investasi internasional, sistem moneter internasional telah mengalami berbagai dinamika untuk berusaha mengatur nilai kurs dan menciptakan kestabilan moneter dalam perekonomian internasional sehingga berdampak pada kestabilan ekonomi domestik di setiap negara. Dimulai pada 1820-an sampai menjelang akhir 1940-an, sistem moneter internasional pada rentang tahun tersebut menggunakan STANDAR EMAS dalam nilai kurs mata uang setiap negara dimana Inggris sebagai negara jangkar dengan mata uang poundsterling-nya. Perlu diketahui bahwa Inggrislah negara pertama yang menganut standar emas yaitu sejak tahun 1821–hal ini terkait dengan ajaran David Ricardo dalam bukunya “The Principle of Political Economy and Taxation” tentang Theory of Currency (Teori Uang) bahwa uang kertas harus dijamin dengan emas apabila tidak dijamin dengan emas harus ditetapkan dengan undang-undang.
Konon emas harus dijual seperti intan dan platina tetapi komoditas tersebut mempunyai satu keungulan yang sangat penting terhadap emas. Platina berasal dalam suatu pasar oligopoli dimana  amplats merupakan anggota dominan sebagai angota tambang platina terbesar di dunia. Sebaliknya, penambangan emas sangat terbagi-bagi dan perusahan emas telah merosot untuk bergabung dengan penguasa pemasaran.
Kira-kira pada bulan Juli tahun 2002 emas memperoleh kembali statusnya sebagai sarana perlindungan yang aman ketika investor cemas akan terorisme, bahaya peperangan antara India – Pakistan (kedua-duanya berkekuatan nuklir) dan ketidakpastian tentang ekonomi dan pasar. Alasan lain kuatnya harga emas adalah bahwa persediaan dan impor Jepang naik enam kali lipat dalam kuartal pertama 2002 diatas periode yang sama tahun 2001. Jepang melakukan pembelian sebab nilai kekayaan terus merosot setelah satu dekade dan pemerintah menunda perlindungan jaminan deposit banknya pada April 2002. Pada 29 Mei  2002, emas mencapai harga tertingginya sejak tahun 1997.